Admin Suwara Timur November 12, 2017

AMBON,SUWARATIMUR.COM – Membaca Harian Siwalima ,Rabu (8/11) tentang pernyataan Asri Divinubun tidak menyutujui rekomendasi golkar di berikan kepada Said Assegaf, karena pa Assegaf bukan putra daerah merupakan pernyataan yang tidak mendasar .

Kata Wakil Ketua I DPP partai Golkar Maluku Richard Rahakbauw kepada pers diruang kerjanya Kamis (9/11/2017).

Menurut dia sejauh kami melihat golkar merupakan salah satu partai yang besar,tentunya dlalam melakukan penilaian terhadap seorang pigur yang maju sebagai calon kepala daerah,golkar pasti memberikan pertimbangan khusus, yang tetntunya didasari dengan keberhasilan.

Keberhasilan dari seorang petahana untuk maju kembali sebagai seorang kepala daearah, yang terpenting yaitu berdasarkan hasil survey,seharusnya pernyataan Asri Divinubun mengenai rekomendasi yang dikeluarkan, sebagai kader dia harus siap mengamankan kebijakan partai yang mengamanatkan calon kepala daerah dari partai golkar.

Kalau berbicara mengenai pendekatan pribumi dan non pribumi ada aturan yang mengaturnya, Padahal sebagai warga Negara Indonesia harus memahami aturan serta undang-undang yang berlaku, apalagi Asri Divinubun seorang master hukum dia harus membaca Intruksi Presiden no 26 tahun 1998 .

Tidak ada pendekatan pribumi dan non prbumi, semua sama di mata hukum bisa mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Anggota DPRD, maupun Bupati dan walikota.saya mau bilang pa Bib putra asli daerah Maluku, beliau lahir dan besar di ambon dan menjadi PNS di Pemda Maluku.

Beliau merupakan Gubernur terbaik merupakan hasil rilis nasional DKI Jakarta,Jjawa Barat Jawa Timur dan Maluku, dan juga sebagai kepala daerah yang berhasil dalam pembangunan infratruktur, dan bidang parawisata.

Hasil survey menujukan bahwa,Pa Bib masih berpeluang pimpin Maluku periode kedepan,karena berhasil membangun rumah ibadah baik itu mesjid dan gereja, untuk itu dia berharap pernyataan Asri Divinubun merupakan sebuah pernyataan pribadi yang tidak mendasar dan tidak mewakili kader partai.

Sementara itu Wakil Ketua bidang pemenangan pemillu DPD partai Golkar Anos Yermias menjelaskan beberapa tahun lalu ketika Pa Assegaf maju bebagai kepala daerah tahun lalu juga di terpa isu yang sama.

Tetapi kenapa beliau terpilih sebagai gubernur Maluku pada saaat itu, karena masyarakat menghendaki seorang kepala daerah yang kerja, bukan koar-koar, jadi saat belau menjadi gubernur Maluku, karena Tuhan merestui dan dukungan rakyat Maluku.

Apa yang disampaikan oleh Asri Divinubun melalui harian Siwalima saya pikir itu tidak mendasar,pa bib sjak menamatkan pendidikan di Makasar , belau datang mengabdi di Maluku sejak tahun 1922 dan berada pada biro pembangunan.

Pa Assegaf telah merintis berepa jalan berupa trans Yamdenan, pulau Seram , pulau Morotai pada ssat itu Maluku masih menjadi satu provinsi belum ada Maluku utara. Oleh karena itu penyataan itu sangat naip apakah ada orderan.

Masa ada kader golkar seperti itu, karena itu pernyatan Asri divinubun pakai satndart apa, dia sendiri besar dan menetap di Jakarta, dan bukan di Maluku, kontribusi apa yang sudah berikan untuk Maluku.

“Saya Anos Yermias siap tantang dia dimana saja, jangan buat pernyataan seperi itu, masa seorang praktisi hokum bisa menyanpaikan hal itu ke ruang public, bukan berarti kami membenarkan diri, tatapi survey membuktikan pa Assegaf masih d atas,”Bebernya.(ST 01)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*