admin November 5, 2017

 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memfasilitasi pengadaan lahan untuk pembangunan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) di Negeri Liang, kecamatan Salahutu, Pulau Ambon.

Gubernur Maluku, Said Assagaff, di Ambon, Sabtu (4/11), mengatakan, Raja Negeri Liang melaporkan kepadanya bahwa para pemilik lahan mendukung pembangunan kampus UIN sebagai salah satu persyaratan peningkatan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.

“Raja Negeri Liang menginventarisasi para pemilik lahan telah siap membebaskan 150 hektare untuk dijadikan lokasi kampus UIN,” ujarnya.

Gubernur memandang perlu memfasilitasi penyediaan lahan pembangunan kampus UIN karena anggarannya telah dialokasikan Kementerian Pendidikan melalui APBN 2017.

“Jadi pembebasan lahan akan dikoordinasikan dengan Rektor IAIN Ambon, DR. Hasbollah Toisuta M.Ag serta pihak berkompoten lainnya agar terealisasi sebelum akhir tahun anggaran 2017,” katanya.

Gubernur siap mendorong stafnya mendukung IAIN Ambon untuk melakukan negosiasi harga tanah dengan para pemilik lahan yang ditetapkan pemerintah Negeri Liang.

“Saya mengimbau para pemilik lahan melihat strategisnya pembangunan kampus UIN bagi pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) Maluku sehingga tidak meminta harga yang mahal. Apabila, harga tanahnya mahal, maka harus memanfaatkan jasa tim appraisal dari Makassar, Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Sedangkan, Rektor IAIN Ambon, DR. Hasbollah Toisuta, M.Ag mengakui, pembangunan kampus menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi agar IAIN Ambon bisa ditingkatkan status menjadi UIN.

“Persyaratan menjadi UIN harusnya tersedia lahan minimal seluas 50 hektare, sedangkan di kampus saat ini di Jl. Dr. H. Tarmizi Taher, Kebun Cengkeh, Batu Merah Atas, kecamatan Sirimau, Kota Ambon hanya memiliki lahan 30 hektare sehingga membutuhkan pengadaan di Negeri Liang,” tandasnya.

Awal berdirinya IAIN Ambon pada 1960 ada perguruan tinggi cabang Surabaya dibuka di Ambon. Hanya saja, sempat beraktivitas cuma satu tahun kemudian ditutup karena tidak ada peminat.

Pada 1982 dibuka dua fakultas yaitu Syariah dan Ushuluddin dari IAIN Alauddin Cabang Makassar, selanjutnya menjadi definitif pada 1987.

Selanjutnya pada 1997 dua fakultas itu dialih statuskan dari IAIN menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ambon (tidak lagi di bawah naungan IAIN Alauddin Makassar). STAIN Ambon pada 2006 – 2007 dialihkan menjadi IAIN Ambon.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*