Admin Suwara Timur December 7, 2017

Ambon,Suwaratimur com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) tidak henti-hentinya mengajak nelayan untuk melestarikan laut dengan melakukan kegiatan penangkapan ikan yang tidak merusak.

Hal tersebut dibuktikan oleh KKP dengan memberikan bantuan kapal perikanan bagi nelayan Maluku 134 paket kapal perikanan beragam ukuran dilengkapi dengan alat penangkapan ikan (API) ramah lingkungan diterima nelayan Maluku saat kunjungan kerja Dirjen Perikanan Tangkap KKP di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon Rabu (6/12/2017).

Selain bantuan alat penangkap ikan ramah lingkungan tersebut berupa rawai dasar 1000 mata pancing, handline tuna, pancing tonda dan gillnet millenium. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Sjarief Wijaya mengatakan, pemberian kapal kepada nelayan tidak hanya sekadar fisik kapalnya saja. Akan tetapi, pemberian kapal kepada nelayan telah lengkap dengan dokumen perizinan.

Dia pastikan profesi nelayan tidak bisa hilang dari Indonesia, ada tiga pilar utama yang sudah dilakukan oleh KKP ,diantaranya llegal fishing , nelayan Maluku dan papua tidak bisa bersaning dengan nelayan asing . Pihaknya secara serius akan menangani persoalan ikan , termasuk Maluku dengan menyiapkan sarana tangkap . Kami siap mendorong ini, untuk tahun 2017 pihaknya memberikan 134 kapal khusus untuk Maluku .

Selain pemberian bantuan alat tangkap, kapal permodalam serta asuransi , untuk tahun 2018 kami juga akan memperjuangkan Maluku sebagai lumbung ikan nasional Calon penerima bantuan kapal sudah kami verifikasi, kapal dalam proses pembangunan. Jadi akhir Desember nanti kapal dapat segera didistribusikan karena memang selesai semua pengadaannya pada tahun ini,” pungkas dia.

Sementara itu wakil ketua Komisi IV DPR RI Michael Wattimenan menjelaskan hari ini melalui direktoreat Kementrian Kelautan dan perikanan memberikan bantuan kapal perikanan bagi nelayan Maluku sebanyak 134 kapal.

Dengan jumlah ini menurut dia sudah sangat signifikan dengan berpariasi gross tonnage bagi nelayan Maluku berpariasi ada ukuran 3 GT,10 GT dan 20 GT ke atas, saat kapal dipabrikan semua urusan izin sudah dikeluarkan, KKP nantinya serahkan kapal tersebut ke dinas provinsi sesuai dengan syarat, berupa kelompok nelayan atau koperasi untuk menerimanya , kita telah putuskan RAPBN 2019 ada beberapa daerah sentra perikanan terpaduh . telah dibentuk Khsusu untuk Maluku di kabupaten MTB dengan penyediaan anggaran sebesar 100 Miliar. walaupun baru 3 bulan di komisi IV , namun putra asal Maluku ini sudah membuat terobosan yang berarti bagi daerah ini. Ditempat terpisah Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengatakan keberadaan Pa Michael Wattimena di komisi IV sangat membantu Maluku ,hal ini dibuktihkan sebuah perubahan yang dia lakukan, meskipun dapil Papua Barat , beliau sangat perhatian terhadap Maluku.

Kepada para nelayan yang menerima bantuan baik itu berupa alat tangkap, kapal, permodalan serta asuransi untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin demi kepentingan para nelayan itu sendiri.”bebernya.(ST02)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*