admin November 5, 2017

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon, menyatakan, berdasarkan hasil pemantauan ternyata frekuensi dan kekuatan gempa yang mengguncang pulau Ambon mengalami penurunan.

“Sampai dengan 4 November 2017 frekuensi dan kekuatan gempa yang terjadi di Ambon pasca gempa yang terjadi Selasa (3/10) secara teknis cenderung stabil dan kondusif,” kata kepala BMKG stasiun Ambon, Bram Mustamu, dikonfirmasi, Sabtu (4/11).

Menurut dia, gempa terjadi di dekat wilayah Pulau Ambon dengan jarak 30 -50 KM dari pusat kota, dengan kekuatan gempa terbesar 6,0 SR.

Frekuensi gempa sejak awal hingga saat ini mencapai 139 gempa, yang dimulai pada pukul 20.50 WIT dengan kekuatan 5,7 SR merupakan gempa pendahuluan, diikuti gempa susulan dengan total periode 24 jam sejak terjadi mencapai 104 kali gempa.

Bram mengatakan, gempa ke empat merupakan yang terbesar 6,0 SR menjadi gempa utama, diikuti dengan gempa susulan di periode 24 jam berkisar 104 gempa yang teranalisis, di hari kedua masih ada gempa susulan sebanyak 24 kali, dan hari ketiga juga masih terasa delapan kali gempa.

“Hari ini sampai pukul 08.00 WIT teranalisis terjadi tiga gempa. Ini merupakan gambaran penurunan distribusi dan frekuensi jumlah dan kekuatan gempa, secara teknis bisa kami sampaikan gempa yang terjadi di hari ini cenderung stabil,” katanya.

Dijelaskannya, gempa yang terjadi merupakan fenomena alam yakni terakumulasi energi, terlepas sampai berosiasi berputar hingga menjadi stabil.

“Jika kita sudah mengidentifikasi gempa utama 6,0 SR. Gempa susulan tidak sebesar awal tetapi mengalami penurunan hingga menjadi stabil. Tetapi tidak berarti juga gempa tidak ada lagi, karena dinamika di bumi ini tetap ada dan prinsipnya terakumulasi energi dan seterusnya,” ujarnya.

Pihaknya dalam kesempatan ini juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya akan informasi dari oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Jika mendapat informasi yang kurang benar segera dilakukan pengecekan ke BMKG, kami siap memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” kata Bram.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*